Jakarta – Wabah tikus melanda Australia beberapa waktu belakangan. Tak hanya merusak ladang pertanian, tikus-tikus ini juga menggigit kabel hingga manusia dan menyebabkan insiden kebakaran rumah.

Seperti dilansir dari The Guardian dan Reuters, Minggu (30/5/2021) warga Australia, khususnya di New South Wales kerap menemukan tikus-tikus ini di seluruh rumah, di furnitur, langit-langit, tempat sampah, ruang kelas, dan bahkan di rumah sakit.

Wabah tikus membuat warga melakukan aktifitas baru dan merepotkan. Para penjaga toko memasang perangkap dan menenggelamkan tikus yang mereka tangkap. Ada pula yang harus rutin membakar bangkai tikus di halaman belakang rumahnya.

Pemerintah NSW telah menyetujui tindakan darurat untuk mengizinkan penggunaan racun tikus paling mematikan di dunia. Belum diketahui pasti kapan wabah akan berakhir sebab tikus-tikus ini hanya berkembang biak, menurun, lalu berkembang biak lagi.

Salah satu petani yang juga turut berjuang melawan wabah tikus adalah Kodi Brady. Selama beberapa bulan terakhir dirinya rutin membersihkan bangkai tikus di ladangnya di Coonabarabran, sekitar 490 kilometer (304,5 mil) barat laut Sydney.

Peternak itu mengambil ratusan tikus mati yang berhasil ditenggelamkannya dalam ember atau racun.

“Hal ini memang berdampak besar pada kesehatan mental Anda. Saya tidak tidur karena saya paranoid, Anda tahu, Anda bisa mendengarnya di dinding dan atap Anda,” kata Brady.

Sementara itu, banyak petani terpaksa membakar jerami dan biji-bijian senilai ratusan ribu dolar, yang kini beracun akibat serangan wabah tikus.

Picu Kebakaran-Gigit Manusia


Wabah tikus yang melanda wilayah New South Wales bahkan memicu kebakaran. Diketahui akibat hewan pengerat yang mengunyah kabel listrik di sebuah rumah, satu keluarga harus kehilangan rumah akibat kebakaran.

Seorang pemilik pub berusia 70 tahun, Trevor Hardie juga terkena infeksi mematikan dari wabah tikus yang melanda NSW. Pria tersebut mengalami gagal ginjal akut, gagal hati, dan katup jantung bocor.

Hardie disebut terinfeksi leptospirosis, yang disebabkan oleh bakteri leptospira, yang ditemukan dalam urin dari hewan yang terinfeksi termasuk tikus, sapi, babi, dan anjing.

Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau melalui selaput mulut, hidung, dan mata karena paparan air, tanah atau lumpur yang terkontaminasi air seni dari hewan yang terinfeksi.

By admin

Leave a Reply