Kudus – Video manggung artis Dewi Perssik di Kudus, Jawa Tengah, viral karena diduga abai terhadap protokol kesehatan. Keluarga yang punya hajatan pun buka suara.

“Menyampaikan bahwa menegaskan klien kami sebenarnya sudah mematuhi protokol kesehatan. Adapun kehadiran Dewi Perssik bukan sebagai pengisi acara, melainkan tamu undangan biasa. Karena sebagai relasi, kebetulan sebagai relasi dari klien kami,” kata kuasa hukum keluarga tuan rumah hajatan, Slamet Riyadi, kepada wartawan di Kudus, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, sebelumnya kliennya pengusaha hijab di Kudus bernama Rinto Susianto dan Bunda Hanim akan mengadakan hajatan khitanan. Disebutnya, kliennya memiliki sahabat artis ibu kota.

“Itu kan banyak dari artis ibu kota. Dia memang kita sampaikan relasi, bahwa kita ada hajatan yaitu khitanan klien kami. Baik dari Arya Saloka, baik Dewi Perssik sejak awal menyatakan tidak bisa, mohon maaf tidak bisa menghadiri. Kami juga tidak mempersiapkan kehadiran mbak Dewi ini,” jelasnya.

Slamet mengatakan hajatan itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Tamu undangan pun kata dia dibatasi, hanya 20 persen saja.

“Acara kami kan jam 10 sampai jam 12 siang. Yaitu itu untuk 200 tamu undangan dengan kapasitas gedung 1.000 undangan. Terus 200 tamu pertama sudah datang, dan berlanjut tamu berikutnya jam 12 sampai 14.00 WIB 200 undangan saja,” ungkapnya.

Dewi Perssik Menyumbang Lagu

Kata dia, Dewi Perssik tiba di Kudus saat acara sudah selesai. Menurutnya tamu undangan saat itu sudah pulang. Namun kemudian Dewi Perssik menyumbangkan lagu untuk menghibur keluarga dan karyawan.

“Kemudian acara sudah selesai, jam 12 sampai jam 2 siang, tetapi Mbak Dewi Perssik baru hadir sekitar jam 4 sore, dia hadir kemudian dia menyumbang lagu atas kemauan sendiri kepada karyawan dan keluarga tersisa di lokasi,” jelasnya.

“Tidak banyak waktu itu. Tamu undangan sudah pulang karena sudah selesai. Beliau hanya keluarga sama karyawan hijab Arrafi,” sambung Slamet.

Ditanya terkait tes COVID-19, menurut Slamet Dewi Perssik sudah dites antigen dan hasilnya negatif. Dia pun berharap masalah ini tidak diperpanjang lagi, karena tidak melanggar protokol kesehatan.

“Sudah diawal sudah sudah mengantongi surat antigen dan hasilnya negatif. Berikut saat selesai acara kembali kita swab hasilnya pun negatif. Baik dari awal acara sampai akhir tidak ada,” kata Slamet.

“Saya berharap sudah selesai, karena tidak ada hal seperti yang diberitakan. Artinya sebagai warga negara patuh, sudah memenuhi prosedur. Mohon jangan sangat diasumsikan lain,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, video Dewi Perssik manggung di Kudus, Jawa Tengah, heboh karena diduga abai protokol kesehatan. Polisi pun sudah memanggil tuan rumah.

“Pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini EO maupun yang punya hajat kita periksa saksi-saksinya,” ujar Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma kepada wartawan di Mapolres Kudus, Senin (24/5).

Aditya mengatakan masih mendalami apakah acara hajatan tersebut melanggar protokol kesehatan apa tidak.

“Hasilnya kita dalami ada undang-undang atau perda yang dilanggar oleh dari pihak itu,” jelasnya.

Menurutnya, dari pemeriksaan sementara bahwa Dewi Perssik di hajatan tersebut bukan untuk menghibur. Melainkan tamu undangan dari tuan rumah. Aditya menjelaskan Dewi Perssik merupakan sahabat dari tuan rumah.

“Jadi kalau hasil temuan di lapangan Dewi Perssik itu, itu setelah hajatan ya, setelah hajatan sesuai prokes. Dihadiri satgas di Kecamatan, kemudian selesai acara. Ada undangan khusus kepada Dewi Perssik selaku teman,” jelasnya.

“Kemudian hadir di tempat itu sekitar setengah 5 sore, tidak ada niat untuk menyanyi. Permintaan untuk menyanyi tidak ada, tetapi. Dewi Perssik itu menyanyi dua lagu,” sambung Aditya.

By admin

Leave a Reply